Ngumpet dari Media, Jokowi Bertemu Syafii Maarif

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, membenarkan kalau Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertandang ke kantor Maarif Institute. Menurut Syafii, pertemuannya dengan Jokowi pada Kamis, 1 Agustus 2013, kemarin sengaja dirahasiakan dari media massa. "Tapi kenapa bisa tetap kalian ketahui, ya," kata Syafii saat dihubungi tadi pagi.

Menurut Syafii, pertemuan ini sengaja dirahasiakan karena dia tahu Jokowi sedang dikejar-kejar media massa. Syafii menuturkan, pertemuan ini merupakan kelanjutan silaturahmi usai keduanya menjadi pembicara di Kampus Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 26 Juni 2013, silam. (baca juga: Jadi Capres Tak Perlu IPK 4, Jokowi: IPK Saya < 2).

Awalnya, ujar Syafii, dirinya yang berencana mendatangi Gubernur DKI Jakarta itu. Tapi karena Jokowi menganggap dia sudah sepuh, eks Wali Kota Solo itulah yang akhirnya bertandang ke kantor Maarif Institute. "Pertemuan mulai pukul 13.15. Kami ngobrol selama 40 menitan," ujar dia.

Dia membantah jika kedatangan Jokowi untuk membicarakan pencalonan eks Wali Kota Solo itu pada Pemilu 2014. Dia dan Jokowi lebih banyak mendiskusikan persoalan Jakarta, seperti macet dan banjir. Menurut Syafii, Jokowi banyak bercerita mengenai programnya membenahi persoalan ini.

Syafii mengaku sempat menyinggung soal pencalonan Jokowi sebagai presiden pada Pemilu 2014. Seperti jawaban kepada media massa, ujarnya, Jokowi mengatakan tak memikirkan masalah calon presiden. "Beliau bilang, saya pengin fokus urus Jakarta," kata Syafii.

sumber : tempo.co

Polisi Diteror!

Penembakan hingga tewasnya anggota Binmas Polsek Cilandak, Aiptu Dwiyatna (50), mengejutkan banyak pihak. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menilai ada pihak tertentu yang hendak meneror para anggota kepolisian.

"Ada orang yang menargetkan aksi teror terhadap anggota kepolisian," ujarnya kepada wartawan pada Rabu (7/8/2013) usai kejadian itu.

Setidaknya, lanjut Rikwanto, sudah dua kasus serupa terjadi menimpa anggota kepolisian. Pada 27 Juli 2013 silam, anggota Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Pusat, Aipda Patah Saktiyono, ditembak orang tak dikenal di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, pukul 04.30 WIB.

Patah yang kala itu tengah berangkat dari rumahnya di Bojongsari, Depok, didekati dua orang yang menggunakan sepeda motor. Satu di antaranya mengeluarkan sepucuk senjata api dan melepaskan tembakan ke arah dada Patah.

Pelaku tak terungkap

Rikwanto mengatakan, pihaknya mencari keterkaitan penyelidikan dua kasus penembakan polisi itu. "Kita masih menyelidiki kemungkinan keterkaitan dengan penembakan anggota polisi beberapa waktu lalu di Cirendeu," ujarnya.

Penembakan Aiptu Dwiyatna yang dikenal rajin bersosialisasi mengejutkan pimpinannya, Kapolsek Cilandak Kompol Sungkono. Ia tidak menyangka anak buahnya yang dikenal tidak memiliki permasalahan tersebut menjadi sasaran penembak misterius.

"Orangnya baik, rajin bersosialisasi dengan warga Cilandak. Dia dikenal banyak orang sebagai anggota Binmas, menjalankan tugasnya baik," ujarnya.

Sungkono mengaku terpukul atas musibah itu dan merasa kehilangan salah satu anggota terbaiknya di bidang pembinaan masyarakat. Ia berharap tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, dan Kepolisian Sektor Ciputat dapat menangkap pelaku penembakan.

Aiptu Dwiyatna tewas setelah timah panas menerjang kepala kanan belakangnya di Jalan Otista 4 kilometer dari rumahnya dan 200 meter jelang Masjid Raya Lebak Bulus, Ciputat, Rabu sekitar pukul 05.00. Pelaku diketahui masih misterius.

sumber : tempo.co

Sidang Isbat Hanya Ada di Indonesia

Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Maaruf Amin mengatakan sidang isbat penetapan 1 Syawal hanya ada di Indonesia. Menurut dia, negara-negara lain, bahkan Arab Saudi, tak menggunakan sistem yang sama untuk menetapkan 1 Syawal. ”Di Arab pun, penetapan hanya dilakukan pemerintah karena tak ada organisasi masyarakat Islam,” kata dia saat dihubungi Tempo, Rabu, 7 Agustus 2013.

Sidang isbat penetapan 1 Syawal 1434 Hijriah dilaksanakan pada Rabu ini, 7 Agustus 2013, pukul 16.30 WIB, di kantor Kementerian Agama. Menurut Maaruf, sidang tersebut bertujuan mencapai satu pemahaman dari sejumlah organisasi masyarakat ihwal mulai memasuki bulan Syawal. Karena di Indonesia banyak ormas Islam yang merepresentasikan umatnya, kata dia, pemerintah perlu mendengarkan sikap para ormas tersebut. "Kesempatan mendengarkan itu ada di satu forum yang biasa kita kenal dengan sidang isbat," kata Maaruf.

Indonesia, Maaruf melanjutkan, juga menganut cara yang berbeda dengan negara lain dalam melihat hilal. "Kriterianya beda, yaitu penggabungan antara rukyah murni dan hisab murni," kata dia. "Namanya Imkanur Rukyah."

Ia menjelaskan, Imkanur Rukyah membuat Indonesia menetapkan 1 Syawal tak hanya berdasarkan wujud hilal, tapi juga memakai kriteria minimum hilal sudah berada pada posisi minimal 2 derajat. "Meskipun hilal terlihat, jika belum melebihi 2 derajat, tetap dianggap belum masuk bulan Syawal," kata dia.

Adapun Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan Indonesia menganut sistem lebih baik dibandingkan negara lain dalam menentukan 1 Syawal. "Sidang isbat justru menujukkan pembangunan demokrasi karena masyarakat ikut terlibat," ujar dia saat dihubungi, Rabu, 7 Agustus 2013. "Di Malaysia pun, penetapan ini hanya dilakukan oleh kalangan tertentu."

sumber : tempo.co

Pemilu 2014 Cuma Pesta yang Untungkan Parpol

Menjelang 2014, semua partai politik gembar-gembor menyuarakan suara perubahan dengan janji manis politik bersih dan jujur. Namun, masyarakat tak bisa berharap banyak dari pemilihan umum di 2014 karena semua polanya masih berjalan sama seperti sebelumnya.

"Jangan terlalu banyak berharap di 2014, ini cuma pesta politik biasa yang menguntungkan partai politik," kata Direktur Lembaga Pemillih Indonesia (LPI) Boni Hargens dalam diskusi bertajuk "Ranking Parpol Berdasarkan Bedah Kualitas Caleg 2014", di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2013).

Boni menjelaskan, indikator dari ungkapannya itu didasari oleh sejumlah hal. Salah satunya adalah potret dari 90,5 persen anggota DPR saat ini yang kembali maju menjadi caleg di 2014.

Dari caleg wajah lama itu, Boni tidak melihat adanya proses seleksi terhadap caleg petahana. Alhasil, caleg petahana yang malas dan rajin, yang bermasalah atau tidak, tetap dicalonkan kembali oleh masing-masing partainya.

Boni menilai, kondisi anggota legislatif di 2014 tidak akan mengalami kemajuan selama bakal calon legislatifnya masih banyak diisi oleh orang-orang lama. "Kami menilai karakter dan kualitas DPR di 2014 dengan 2009 tak ada perubahan signifikan," ujarnya.

Sumber : kompas

Ini Persoalan Utama Pemilu 2014

Direktur Eksekutif Pol Tracking Intitute, Hanta Yuda, mengatakan, ada empat persoalan utama pada pelaksanaan Pemilu 2014. Hal ini turut menentukan kualitas calon anggota DPR RI yang akan duduk di kursi Parlemen pada 2014. Hanta mengatakan, persoalan pertama yaitu dominasi daftar bakal caleg oleh wajah-wajah lama. Seperti diketahui, hampir 90 persen daftar bakal caleg didominasi oleh anggota Dewan 2004-2009.

"Itu tidak masalah kalau orang lama itu rekam jejaknya bagus, mulai dari integritas sampai kapabilitas dalam kerjanya juga bagus. Yang jadi masalah kan kalau sebaliknya," kata Hanta Yuda di Jakarta, Rabu (1/5/2013).

Persoalan kedua yaitu mekanisme perekrutan dan seleksi calon anggota legislatif yang dilakukan oleh partai politik. Menurutnya, dalam proses perekrutan caleg saat ini masih diwarnai dengan politik transaksional. Tidak hanya itu, dinasti politik masih terjadi di sejumlah parpol.

"Dari hasil riset yang saya lakukan beberapa waktu lalu, politik kekerabatan masih sangat kental. Selain itu, ada caleg gagal karena tidak memiliki uang. Di sini artinya sudah terjadi politik transaksional," katanya.

Proses administrasi saat perekrutan, kata Hanta, menjadi persolan ketiga. Masih banyaknya partai politik yang menjalankan proses rekrutmen yang tidak benar menyebabkan kasus bakal caleg ganda banyak terjadi.

"Keempat, soal kompetensi dari bakal caleg artis. Mau artis atau tidak sebenarnya tidak masalah. Yang menjadi pertanyaan publik adalah kompetensinya," ujarnya.

sumber : kompas

Partai Politik Belum Siap Ikuti Pemilu 2014?

Hasil verifikasi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPR menunjukkan bahwa partai politik sebenarnya tidak siap mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, kata pengamat politik Sebastian Salang di Jakarta, Selasa.

"Hasil verifikasi (administrasi) bacaleg semakin memperjelas bahwa parpol menganggap Pemilu 'main-main' saja, sehingga tidak siap," kata Sebastian di Jakarta, Selasa.

Hasil verifikasi yang menunjukkan hanya 20 persen bacaleg yang lolos itu membuktikan bahwa partai mengalami kepanikan ketika dihadapkan dengan peraturan dan undang-undang mengenai syarat verifikasi.

"Sejak awal target politik di DPR itu untuk 'menjegal' partai-partai baru dengan mengusulkan syarat yang begitu sulit untuk Pemilu 2014. Ketika Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan, semua partai, termasuk partai parlemen, panik memenuhi itu," katanya.

Hal itu semakin diperjelas dengan mundurnya tahap verifikasi parpol peserta Pemilu yang menjadi semakin panjang masa tahapannya. Oleh karena itu, dia berharap agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat dengan tegas menindak parpol dan bacaleg yang memang tidak memenuhi syarat.

"Anggap saja masa perbaikan ini berbaik hati demi Pemilu 2014. Tetapi, setelah penetapan DCS (Daftar calon sementara), KPU harus berani mencoret bacaleg bermasalah," katanya.
Selasa, KPU mengumumkan hasil verifikasi administrasi terhadap berkas bacaleg DPR.

Dari 6.578 berkas nama bacaleg yang diterima KPU, 4.071 di antaranya tidak memenuhi syarat administratif dan 549 bacaleg tidak disertai dengan dokumen pelengkap atau hanya nama saja.

Proses verifikasi administrasi bacaleg berlangsung sejak 23 April, kemudian bagi parpol yang belum memenuhi persyaratan akan diberikan kesempatan untuk perbaikan pada 9 - 22 Mei.

Sementara itu, penyusunan dan penetapan DCS akan dilakukan 30 Mei - 12 Juni dan akan diumumkan pada 13 Juni.

Setelah KPU menetapkan DCS, parpol tidak berwenang mengubah susunan caleg sementara tersebut, kecuali caleg yang bersangkutan meninggal dunia, tidak memenuhi syarat karena masukan masyarakat, dan mengundurkan diri karena di dapilnya tidak terpenuhi minimal 30 persen syarat caleg perempuan.

sumber : republika.co.id

Hilmi Minta Tak Diperiksa di Hari Jumat

Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin melalui pengacaranya Zainuddin Paru meminta Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan ulang pemeriksaannya. Hilmi batal diperiksa Jumat (10/5/2013) dengan alasan tengah mengikuti acara yang lain.

"Kami minta dijadwalkan ulang pada waktu Selasa atau Rabu pekan depan," kata Zainuddin di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat.

Zainuddin menyambangi Gedung KPK untuk menyampaikan surat ketidakhadiran Hilmi sekaligus permohonan agar KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan kliennya. Zainuddin juga berharap KPK tidak menjadwalkan pemeriksaan kliennya pada hari Jumat.

"Karena beliau ustad, mungkin ada jadwal acara khotbah," tambahnya.

Dia juga menegaskan, tidak ada niat Hilmi untuk menghindari proses hukum di KPK.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK memeriksa Hilmi karena petinggi PKS itu dianggap tahu seputar kasus dugaan korupsi rekomendasi kuota impor daging sapi yang menjerat Luthfi. Surat pemanggilan untuk Hilmi diantarkan penyidik KPK ke kantor DPP PKS, Selasa (7/5/2013) bersamaan dengan upaya penyidik untuk menyita lima mobil di DPP PKS. Juru Bicara KPK Johan Budi sebelumnya memastikan, pemeriksaan Hilmi ini tidak berkaitan dengan gagalnya upaya penyidik KPK menyita lima mobil dari kantor DPP PKS.

"Tidak ada hubungannya karena memang disampaikan tadi, kita memang berencana, kebetulan juga dikirimkan surat-suratnya tadi untuk periksa Hilmi," katanya.

KPK gagal menyita lima mobil yang diduga berkaitan dengan Luthfi dari kantor DPP PKS hari ini. Tim penyidik KPK dihalang-halangi puluhan orang meskipun penyidik membawa surat penyitaan. Dalam kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi, KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka. Dia bersama orang dekatnya, Ahmad Fathanah diduga menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama terkait upaya menambah jatah kuota impor daging sapi untuk perusahaan tersebut.

Nilai komitmen fee yang dijanjikan ke Luthfi mencapai Rp 40 miliar. Dari Rp 40 miliar tersebut, baru Rp 1,3 miliar yang terealisasi. Terkait penyidikan kasus ini, KPK pernah memeriksa anak Hilmi yang bernama Ridwan Hakim. Ridwan beberapa kali diperiksa KPK setelah sempat terbang ke Turki sehari sebelum dicegah bepergian ke luar negeri.
sumber : kompas

Jokowi Diminta Beberkan Alasan Pencopotan Walikota Jaksel

Langkah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk merotasi Anas Effendi dari Walikota Jakarta Selatan menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah dirasa kurang tepat. Keputusan Jokowi terhadap Anas dinilai mirip gaya kebijakan Orde Baru.

"Yang dialami Anas itu demosi (penurunan jabatan) namanya. Cara seperti ini seperti zaman Orde Baru saja, ditutup-tutupi alasannya," kata pengamat perkotaan Danang Priatmodjo kepada detikcom, Minggu (17/2/2013).

Danang mengungkapkan, pergantian jabatan Anas Effendi tidak disertai alasan yang terbuka dari Pemprov DKI Jakarta. Apa yang terjadi dengan Anas mengingatkannya kepada era Orde Baru, pejabat bisa diturunkan atau dicopot tanpa alasan yang jelas.

Menurut Danang, kinerja Anas sebagai Walikota Jakarta Selatan tidak bisa dikatakan buruk. Jakarta Selatan telah dibawa Anas ke tingkatan yang lebih unggul dibanding Kotamadya lainnya di Ibu Kota. Anas tidak pantas untuk dikenai demosi.

"Jaksel itu penertiban bangunannya cukup bagus. Selain itu, ada jalur sepeda yang tidak ada di wilayah lain, dan Walikota Jaksel (Anas) sudah cukup baik lah. Lain halnya dengan Kepala Dinas PU, dia demosi juga, tapi kita tahu dia memang banyak kelemahan," ujar Danang.

Jokowi sempat mengemukakan alasan rotasi yang dikenakan pada Anas. "Kinerjanya bagus kok, ini karena memang jabatan di bagian arsip kosong. Ini kan yang di bagian arsip orangnya sudah pensiun," alasan
Jokowi menjawab pertanyaan wartawan.

sumber: detik.com

Survei LSJ: Gerindra 'Kalahkan' Demokrat

Hasil survei Lembaga Survei Jakarta (LSJ) menunjukkan hasil yang mengejutkan. Partai Gerindra menempati peringkat ketiga, di bawah Partai Golkar dan PDI Perjuangan, dan berhasil mengungguli Partai Demokrat yang berada di peringkat keempat. Dalam rilis hasil survei, Selasa (19/2/2013), di Jakarta, disebutkan bahwa Golkar menempati urutan teratas dengan 18,5 persen, disusul PDI Perjuangan 16,5 persen, dan Gerindra 10,3 persen. Adapun Demokrat hanya mengantongi 6,9 persen.

"Tiga besar, Golkar, PDI Perjuangan, dan partai Gerindra. Demokrat berada di bawah Gerindra," ujar Peneliti Senior LSJ Rendy Kurnia.

Survei ini dilakukan 9-15 Februari 2013 di 33 provinsi dengan jumlah responden 1.225 orang, dan margin of error 2,8 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara. Pertanyaan yang diajukan kepada para responden adalah, "Partai apa yang akan dipilih seandainya Pemilu dilaksanakan sekarang?".

Sementara itu, untuk partai lainnya, di bawah Demokrat, disusul Partai Hanura dengan 5,8 persen dan Partai Nasdem 4,5 persen. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berada di bawah Nasdem dengan 2,6 persen, PAN 2,5 persen, PPP sebesar 2,4 persen, dan di posisi terakhir ditempati oleh PKB sebesar 1,8 persen.

Sebelumnya, dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Partai Demokrat masih berada di peringkat ketiga setelah Partai Golkar sebesar 21,3 persen, PDI-P yakni 18,2 persen. Demokrat meraih 8,3 persen, sedangkan, Partai Gerindra sebesar 7,2 persen, disusul PKB sebesar 5,6 persen, dan Partai Nasdem 5,2 persen. Setelah itu, PPP hanya meraih 4,1 persen, PKS 2,7. persen, PAN 1,5, dan Hanura 1,4 persen.

sumber: kompas.com

KPK Tentukan Status Anas Hari Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana menentukan status hukum Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum melalui gelar perkara Hambalang yang dijadwalkan pada Jumat (15/2/2013). Informasi mengenai gelar perkara atau ekspose Hambalang ini disampaikan Wakil Ketua KPK Zulkarnaen.

"Ya di tingkat pimpinan rencananya begitu," kata Zulkarnaen kepada wartawan, Jumat. Melalui gelar perkara, KPK akan menentukan apakah penyelidikan Hambalang dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan atau tidak.

Jika naik ke tahap penyidikan, itu artinya ada tersangka baru dalam kasus ini. Seperti diketahui, nama Anas Urbaningrum kembali santer disebut terkait kasus Hambalang setelah beredar dokumen semacam surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas.

Dalam dokumen yang diduga draf sprindik itu, Anas disebut sebagai tersangka atas penerimaan gratifikasi saat dia masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Namun, KPK membantah telah menetapkan Anas sebagai tersangka. Kini, KPK tengah menyelidiki keaslian dokumen semacam sprindik yang beredar tersebut. Jika memang asli, KPK akan mengusut pihak internal yang diduga membocorkan dokumen tersebut ke media.

Mobil Harrier

Wakil Ketua KPK lainnya, Adnan Pandupraja, Rabu (13/2/2013), mengungkapkan, pengusutan indikasi dugaan penerimaan gratifikasi berupa Toyota Harrier oleh Anas sebenarnya sudah memenuhi unsur. Hanya saja, Adnan beranggapan kalau penerimaan Harrier itu terlalu kecil bagi KPK untuk menjadikan Anas sebagai tersangka.

"Kasus Harrier sudah sangat memenuhi unsur, tapi Harrier nilainya di bawah Rp 1 miliar. Saya berpendapat ini bukan level KPK," katanya. Oleh karena itu, menurutnya, KPK tengah memperdalam indikasi keterlibatan Anas dalam kasus Hambalang tersebut. KPK, kata Adnan, akan mengaitkan ke level tindak pidana yang lebih tinggi lagi.

Mengenai mobil Harrier, informasi dari KPK yang diterima Kompas menyebutkan kalau bukti kepemilikan mobil itu sudah dikantongi KPK. Mobil tersebut dibeli di sebuah dealer Toyota Harrier pada November 2009 di Duta Motor Pecenongan, Jakarta Pusat. Mobil mewah berpelat nomor B 15 AUD itu diduga dibelikan PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya karena telah memenangi tender proyek Hambalang.

sumber: kompas.com

Rakyat Jangan Terkecoh Survei Capres Abal-abal

Eksekutif Ekonomi Politik Soekarno Hatta, Jakarta, Muhammad Hatta Taliwang, Senin (3/12/2012), mengingatkan masyarakat Indonesia menjelang tahun politik 2013 agar jangan terkecoh dengan berbagai hasil survei abal-abal terkait calon Presiden dan Wakil Presiden (Wapres).

Survei abal-abal adalah survei yang sengaja dibuat oleh sejumlah tokoh karena memiliki dana melalui lembaga survei di Jakarta. Mereka seolah-olah menyajikan suara sebagian rakyat terhadap tokoh-tokoh lama sambil menitipkan nama dirinya sebagai salah satu tokoh baru yang juga dipilih oleh rakyat.

"Jelang pemilihan Presiden dan Wapres 2014, sudah mulai tercium gelagat kelompok-kelompok yang proneoliberal, bekerja intensif untuk membangun opini tentang calon Presiden pengganti Susilo Bambang Yudhoyono," ujarnya.

Ia memberi contoh survei terakhir dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), mayoritas nama yang dihasilkan adalah nama nama-nama prorezim neoliberal penyandang dana.

"Ciri khas hasil survei itu, menurut kajian dan analisis para aktivis, selalu ada nama Sri Mulyani Indrawati dan Endriarto Soetarto. Terakhir, malah melejitkan nama Menteri Keuangan Agus Martowardoyo, Menteri Perdagangan Gita Wiryawan, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo," tambahnya.

Hatta menambahkan, seorang aktivis dengan terbahak bisa menebak siapa yang membiayai survei tersebut. Tentu saja, untuk mengecoh, diselipkan juga nama-nama yang sudah dikenal publik, antara lain Mahfud MD dan Jusuf Kalla.

"Sebenarnya, kalau survei itu obyektif, benar dan menjangkau opinion leader dengan segala segmen, tanpa didanai dan adanya kepentingan tertentu, pasti feeling saya mengatakan, mestinya nama-nama seperti Joko Widodo, Abraham Samad, Hasyim Muzadi, Yusril Ihza Mahendra, Jimly Assidiqie, Syafii Maarif, atau mungkin Irman Gusman, Rizal Ramli, dan Din Syamsudin akan masuk," tukasnya.
sumber: republika.co.id

LSI rilis 14 tokoh alternatif Capres 2014

Lembaga Survei Indonesia (LSI) di Jakarta, Rabu, meluncurkan hasil survei nasional terkait calon presiden RI pada 2014, termasuk 14 tokoh alternatif yang belum pernah muncul di survei sebelumnya.

Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi mengatakan bahwa tokoh alternatif tersebut maksudnya adalah sejumlah nama tokoh cukup ternama yang kemudian dianggap layak oleh responden untuk menjadi calon presiden (capres).

"Kami mencoba `apple to apple` (perbandingan seimbang), sehingga para responden bisa melakukan evaluasi secara sejajar dengan daftar nama yang telah disediakan," kata Kuskridho di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, survei tersebut sedikit berbeda dengan yang lain karena respondennya berasal dari kelompok elit, seperti dari kalangan pengamat, akademisi, ekonom, pengusaha, serta pemimpin media massa nasional.

Kualitas personal para tokoh alternatif capres tersebut didasarkan pada tiga penilaian, yaitu integritas, kapabilitas dan akseptabilitas.

Indikator dari capres itu yang paling penting adalah kemampuan memimpin (kapabilitas), semua indikator integritas, serta kemampuan berdiri di atas kelompok kepentingan beragam (akseptabilitas).

Survei tersebut dilakukan mulai Februari hingga Mei 2012 dengan responden lebih dari 200 orang, antara lain dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis Suseno, Dosen UI Ignas Kleden dan Ekonom IPB Iman Sugema, dan purnawirawan jenderal Luhut Pandjaitan.

Selain responden dari kalangan tokoh elit juga ada 178 orang responden yang bersedia disebutkan namanya sebagai penilai.

Para narasumber tersebut tersebar dari Banda Aceh hingga Jayapura, dengan sebagian besar dari mereka berasal dari Jabodetabek.

LSI meyakini para responden tersebut merupakan pemilih yang kompeten meskipun penilaian tersebut berangkat dari informasi terbatas.

Ke-14 nama tokoh alternatif tersebut adalah:

    1. Mahfud MD (79)
    2. Dahlan Iskan (76)
    3. Sri Mulyani Indrawati (71)
    4. Hidayat Nur Wahid (71)
    5. Agus Martowardojo
    6. Djoko Suyanto (67)
    7. Gita Wirjawan (66)
    8. Chairul Tanjung (66)
    9. Endriarto Sutato (66)
    10. Surya Paloh (64)
    11. Pramono Edhie Wibowo (64)
    12. Sukarwo (63)
    13. Puan Maharani (61)
    14. Kristiani Herawati (60)

sumber : antaranews.com

LSI: publik inginkan capres 2014 lindungi keberagaman

Hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan 87,6 persen publik (responden) menginginkan calon presiden (capres) tahun 2014 adalah figur yang melindungi keberagaman Indonesia, sedangkan tidak menginginkan 9,2 persen dan yang tidak tahu (tidak menjawab) sebanyak 3,2 persen.

Peneliti senior LSI Adjie Alraraby didampingi Direktur Yayasan Denny JA (YDJA) Novriantoni Kahar mengatakan hal tersebut kepada pers di Jakarta, Minggu.

Adjie mengatakan survei itu dikerjakan LSI bersama YDJA yang mengkhususkan diri dalam isu diskriminasi, pada 14--17 Desember 2012 dengan menggunakan 440 responden dari 33 provinsi.

"Survei ini mengunakan metode multistage random sampling dengan instrumen 'Quick Poll' LSI. Tingkat kesalahan (margin of error) sekitar 4,8 persen. Survei ini juga melaksanakan riset kualitatif (in depth interview, Focus Discussion Group, analisis media nasional) untuk memperkaya perspektif terhadap fokus kajian," katanya.

Hasil survei juga menyebutkan hanya 23,4 persen publik yang menyatakan pemerintah telah maksimal melindungi keberagaman, sedangkan 67,5 persen publik menyatakan belum maksimal, dan 9,1 persen publik tidak menjawab.

Adjie mengatakan, sebenarnya hanya minoritas atau kurang dari 10 persen dari publik yang membenarkan kekerasan diskriminasi atas waga negara Indonesia lainnya.

"Dalam survei bahawa prilaku diskriminatif itu lebih ditemui di kalangan pendidikan rendah (dibandingkan pendidikan tinggi), ekonomi lemah (dibandingkan kelas menengah), di desa (dibandingkan kota), pria dibandingkan wanita. Namun di kalangan itu pun, jumlah populasi prilaku yang diskriminatif sangat minim," katanya.

Sementara sesuai hasil survei bahwa frekuensi kekerasan yang dilakukan kelompok diskriminatif membesar karena lemahnya peran pemerintah dan aparat keamanan dalam melakukan represi dan penegakan hukum. Hal tersebut terlihat dari hasil survei bahwa sebanyak 67,5 persen responden menilai pemerintah belum maksimal dalam melindungi keberagaman.

Dalam sejarah presiden Indonesia, kata Adjie, publik menilai bahwa Bung Karno dan Gus dur yang surplues 50 persen melindungi keberagaman primordial dan ideologis. Sementara Pak Harto juga surplus 50 persen melindungi keberagaman primordial, tapi minus di atas 50 persen dalam melindungi keberagaman ideologi.

Sebanyak 87,6 [ersen publik berharap bahwa capres 2014 adalah figur yang juga memiliki komitmen melindungi keberagaman seperti Bung Karno dan Gus Dur. "Karena itu, peran seorang presiden sangat berpengaruh membuat frekuensi tindak kekerasan diskriminasi itu membesar atau mengecil," ujar Adjie.(*)

sumber: antaranews.com

Luthfi Diduga Berperan Besar Soal Suap Daging

Komisi Pemberantasan Korupsi berkeyakinan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, berperan besar dalam kasus suap izin impor daging sapi. Juru bicara KPK, Johan Budi S.P. menegaskan lembaganya memiliki bukti kuat untuk langsung menahan Luthfi setelah penetapannya sebagai tersangka. “LHI (Luthfi Hasan Ishaaq) hasil dari operasi tangkap tangan,” kata Johan saat dihubungi kemarin.

Johan enggan menjelaskan bukti kuat yang dimaksud. “Dua alat bukti kuat akan kami buka di pengadilan,” katanya. Johan juga belum mau menceritakan peran Luthfi dalam kasus suap tersebut. Ia hanya memastikan Luthfi ditangkap dalam kapasitas sebagai penyelenggara negara, bukan sebagai ketua umum partai.

Luthfi ditangkap KPK pada Rabu tengah malam di kantor pengurus pusat PKS. Penahanan ini merupakan rangkaian operasi yang digelar KPK. Sehari sebelum penangkapan Luthfi, petugas komisi antikorupsi menangkap Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat. Ahmad diduga sebagai pengatur duit masuk-keluar Luthfi. Ahmad diduga menerima duit Rp 1 miliar dari Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi. Keduanya merupakan petinggi PT Indoguna Utama, perusahaan pengimpor daging sapi.

Sumber Tempo di KPK mengatakan lembaganya menduga Luthfi memerintahkan Ahmad mengambil duit dari PT Indoguna. Perintah itu, kata penyidik KPK ini, disampaikan Luthfi setelah menerima telepon dari Menteri Pertanian Suswono. Dalam percakapan yang direkam KPK itu, Suswono memberitahu Luthfi bahwa Indoguna akan memberi duit tanda “terima kasih” setelah mendapat izin impor daging sapi tahun ini.

Menurut sumber ini, Ahmad sempat menyambangi Luthfi di DPR sebelum ditangkap. Dalam pertemuan tengah hari itulah, Luthfi diduga meminta Ahmad mengambil duit di kantor Indoguna di Duren Sawit, Jakarta Timur. Sebelum pukul empat, Ahmad tiba di kantor Indoguna dan mengambil duit suap itu. Kemudian, Ahmad pergi ke Le Meridien hingga akhirnya ditangkap KPK.

Johan enggan menanggapi informasi tersebut. Sedangkan Suswono mengakui ada komunikasi dengan Luthfi sebelum Ahmad ditangkap. Tapi, ia membantah ada pembicaraan soal impor daging. Suswono mengatakan komunikasi dengan Luthfi berkaitan dengan partai. “Saya kader PKS dan tentu sering berkomunikasi dengan Luthfi sebagai Presiden PKS,” katanya, Jumat lalu.

Pengacara Luthfi, M. Assegaf, mengaku belum mengetahui peran kliennya dalam kasus suap itu. “Kami belum mendapat banyak informasi dari Luthfi,” katanya. Menurut Assegaf, tim pengacara baru bertemu Luthfi saat pemeriksaan di kantor KPK, Kamis lalu. Rencananya, Assegaf akan menemui Luthfi hari ini di penjara militer di Jalan Guntur. Tim pengacara, kata Assegaf, juga akan menemui petinggi PKS untuk menghimpun informasi.

sumber: tempo.co

Indonesia dan sekitarnya 2050

gambar: ayobicara.com
Sudah banyak yang berubah walau belum sempurna. Tidak terasa bahwa saat ini Indonesia sudah merdeka 70 tahun. Banyak yang sudah berubah dan nyata perkembangannya walau banyak aspirasi juga yang belum terwujud terutama soal Indonesia menjadi Negara yang mampu menjaga segenap tumpah darah dan melindungi warganya.
Menjadi warga Negara Indonesia sudah jauh berubah tentunya dibandingkan dengan awal merdeka, tahun 60an dan masa Orde Baru juga saat ini. Perkembangan diindonesia, menjadi Indonesia dan orang Indonesia seiring dengan berjalannya waktu telah terus berjalan. Banyak yang khawatir bahwa keindonesiaan akan berubah menjadi sebuah budaya dan pola kehidupan yang liberal dan kapitalis saja.
Berbagai perubahan terus terjadi semua harus cepat bergerak dan banyak juga berhasil mengikuti pergerakan serta ada beberapa kelompok dan keluarga yang lebih cepat bergeraknya walau ada juga yang belum beruntung sehingga ketinggalan perubahan ini.
Warga yang fokus terhadap kemajuan dan perubahan nasibnya banyak yang lebih berhasil dibandingkan dengan warga yang ragu apalagi warga yang menolak beubah. Penolakan perubahan pada dasarnya banyak juga yang dilandasi akan kekhawatiran kehilangan keindonesiaan.
Menjelang 70 tahun Indonesia merdeka , hutan boleh sudah dikatakan habis dan perlu ditanam lagi paling tidak 50tahun, itupun jika berhasil. Tahun 70an sampai tahun 90an adalah tahun dimana bisnis babat hutan sedang sangat merajalela dan banyak menghasilkan kekayaan. Sekarang sudah mayoritas tutup perusahaannya dan tidak mudah mendapatkan kontraktor kehutanan di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.
Walaupun Freeport, Inco dan Newmount serta Inalum telah lebih dari 30 tahun diindonesia tetapi booming pertambangan di beberapa wilayah indonesia baru terjadi akhir akhir ini saja dan sekarang bisnis pertambangan pada mayorits perusahaan Tambang sedang stop sudah 3 bulan dan diharapkan akan masuk ke fase pengolahan industri hasil tambang. Sebagai informasi tidak ada negara maju yang tidak melalui fase keberhasilan pengolahan mineralnya. Batubara yang lebih lama ditambang dalam jumlah masive dibandingkan mineral lainnya sedangkan yang lainnya kalau pun jumlahnya cukup besar tetapi perusahaan yang menambangnya
Yang saat ini berkembang luar biasa adalah semakin berbondong bondongnya warganegara bekerja keluar negeri dan ternyata remitannya mendekati Rp.100 triliun setahun. Walaupun jika dilihat dari segi pemasukan bukan sedikitlagi tetapi sayangnya masih banyak TKI/w yang mengalami musibah dalam pengembaraannya diluarnegeri tersebut. Keberanian luar biasa dan niat kuat ingin memperbaiki nasib keluarga ini sungguh luar biasa perlu diapresiasi dan dijaga. Walaupun begitu perlu dicermati pesan proklamator yang mengatakan bahwa jangan sampai Indonesia menjadi bangsa koeli atau peringatan Sri Edi swasono yang mengatakan bahwa jangan sampai TKI/w menjadi budak disana. Pengalaman dibawanya berbagai suku dari Afrika Barat pada zaman itu menjadi budak sudah harus jadi sejarah yang tidak boleh terjadi kepada bangsa Indonesia.
Perkeliruan yang terjadi kepada export hasil minyak Indonesia dan gas bumi dibandingkan mengundang industri ke Indonesia memang jangan terjadi pada komoditas lainnya. Yang ajaib lagi minyak diexport tetapi mendatangkan bahan baku minyak yang diolah didalam negeri alasannya selisih harga lebih untung dengan pola seperti itu. Hal ini juga terjadi kepada panas bumi dimana Indonesia menimpan potensi 40% dari potensi dunia tetapi harga listriknya dibuat sangat tidak feasible dan jauh dibawah harga minyak dari bahan bakar fosil. Sekarang memang sudah dinaikan tetapi pengalaman seperti ini jelas tidak baik dan tepat serta merugikan negara dan rakyat. Penyerahan lapangan migas habis kontrak kepada perusahaan asing kembali jika bangsa Indonesia sudah bisa mengelolanya juga merupakan kejahatan besar, karena paling tidak kedaulatannya harus dipihak Indonesia dan bisa saja dikontrak kelolakan saja kepada yang berkemampuan.
Sudah banyak yang berubah walau belum memuaskan seluruh warga tetapi perubahan itu sebaiknya disyukuri dalam proses berbangsa dan yang paling penting terus mendorong perubahan ini kearah yang lebih baik. Dengan bersyukur, semangat dan usaha menjadi lebih kreatif dan membuat kita sehat.
II.Lihat sekeliling dan kita perlu belajar dari sana.
Singapura dan Malaysia perlu kita pelajari sebagai cara mengembangkan kota dan propinsi. Begitu terus bertumbuhnya kedua negara itu dan itu sangat baik buat bangsa Indonesia sebagai pelajaran dan inspirasi. Keduanya dalam beberapa dekade ini sedang tumbuh terus seperti tidak akan mendapatkan fase penurunan. Pelajaran yang dibalik itu juga perlu kita lihat di Malaysia budaya melayu dan islamnya yang dijaga dan dikembangkan serta jelas berpihak kepada pribumi. Di Singapura budaya china sebagai pedagang berada didepan serta mengembangkan kebersamaan warga juga mengembangkan internasionalisme sehingga siapa saja menjadi merasakan singapura sebagai tempat yang tepat buat bisnis dan pertemuan. Keduanya dalam besaran skala jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia tetapi punya kiprah luar biasa.
Thailand yang sebelumnya sangat maju dan berkembang baik ekonominya tetapi sejak proses jatuh bangun Thaksin sepertinya konflik merah dan kuning itu menjadi panjang dan bergelombang malahan seperti akan menggulingkan monarki yang selama ini diyakini sebagai pemersatunya. Bangsa yang selama ini tumbuh secara ekonomi paling cepat di asia tenggara ini ternyata ketika ada konflik internal kelihatannya tidak mudah juga mengatasinya dan mempercepat laju pertumbuhan ekonominya. Hal ini juga terjadi pada bangsa Philipina pasca marcos teguling di 1984, dimana aquino diganggu terus dan konflik itu terus terjadi sampai aroyo dan sepertinya saat ini mulai konsolidasi di era benigno aquino yang bapaknya punya nama besar sebagai pelawan marcos dan ibunya sebagai Presiden di Era pertama pasca marcos terguling tetapi dengan melihat perkembangannya maka sejak 1984 sampai 2012 ini, keluarbiasaan philipina di era marcos dalam bidang ekonomi dan pertumbuhan belum terulang kembali. Ini waktu yang panjang 30 tahun….dan ini juga terjadi pada kamboja dan Burma dimana Kamboja walaupun Hunsen sangat kuat tetapi pertumbuhan ekonominya tidak secepat kawasan dan kalah dibandingkan Vietnam.
Dibalik itu semua Indonesia juga punya tetangga yang Eropa asia yaitu Australia. Australia sampai tahun 80an sangat eropa dan berkembang pesat ketika sidney sebagai pusat bisnis eropa dan amerika di asia. Saat ini singapura telah mengalahkannya walaupun begitu Australia masih tetap menjadi negara makmur dan cukup mengelola ekonominya tidak dengan dorongan yang sangat kuat seperti China dan India. Walaupun begitu terlihat Australia mampu membuat perimbangan pembangunan sehingga kesejahtraan warganya tetap terjaga. Dan australia kelihatannya akan menjadi benua masa depan dunia , hal ini terlihat dari begitu derasnya berbagai pengungsi yang datang ke Australia dan bermaksud menetap disana.
Sebelah barat dan utara Indonesia punya tetangga India dan China. China pada tahun 70an dan 80an jauh tertinggal dari Australia tetapi sejak Deng Xiao Ping, menggenjotnya tahun 80an maka dalam waktu sekejap sudah menjadi salah satu pusat perekonomian dunia. Dengan pengalaman ini ternyata membangun peradaban itu tidak perlu waktu sampai ratusan tahun. Walau memang proses dan persiapan nya butuh waktu serta pengorbanan. Lompatan jauh kedepan versi Mao telah menghilangkan nyawa yang tidak sedikit dan gagal ditiru di Kamboja serta mirip dengan proses pendiriannya Orde baru. Tetapi ketika Pemerintahan yang di Pimpin Deng Xiao Ping ini , memutuskan bergerak maju sungguh nyata kemajuannya.
Dalam konteks ini saya melihat bahwa sungguh nyata contoh contoh beberapa negara yang bisa menjadi pelajaran bangsa indonesia. Kita sebagai sebuah bangsa sudah selayaknya belajar dari beberapa negara yang ada disekeliling tempat kita sendiri. Paling extrem contoh tetangga kita adalah Brunai darusalam yang super makmur akibat sumber daya alamnya tetapi berbeda dengan Papua Nugini yang jauh lebih besar dan kaya smber alam tetapi tidak terdengar kemakmurannya.
Indonesia bersyukur tidak terjebak seperti kamboja dan berhasil keluar dari situasi seperti Burma dan berharap tidak terjebak seperti situasi di philipina pasca perubahan kepemimpinan sampai terus berputar dekati 30 tahun belum kembali seperti sebelum rejim yang berkuasa dijatuhkan.
Dalam konteks ini , saya ingin mengajak kita semua untuk belajar dan tidak terlalu fokus kepada yang belum puas untuk marah atau yang sudah nimat untuk terlalu menikmatinya tetapi kita lebih baik melihat konteks perjalanan indonesia dalam jangka yang lebih panjang. Oleh karenanya mutlak diperlukan kesabaran disatu sisi dan disisilainnya diperlukan kepastian perbaikan dan gerakan langkah pembangunan yang nyata diseluruh Indonesia. Tidak mungkin semuanya berkembang sekaligus tetapi disisi lainnya tidak adil juga jika sebagian daerah dan masyarakatnya dibiarkan tidak sejahtera. Disini letak pembangunan yang cepat tepat dan bijak serta menjadikan warganegara bisa mewujudkan harapannya.
III, Membayangkan Pola perkembangan negara dan Kota.
Jika melihat Asia saat ini maka China, Singapura, Jepang, Korea selatan, Taiwan dan Australia adalah peradaban yang menjulangnya dan Indonesia , Malaysia, Thailand , Vietnam dan Philipinanya adalah negara yang bertumbuh sedangkan Kamboja, Burma, Laos, Tibet adalah yang tertinggalnya. Jika kondisi ini direfleksikan ke indonesia maka Jakarta, Surabaya, Semarang, Makasar , Bali, Menado, Bandung, Medan, Yogyakarta, seperti negara yang maju diatas
Sedangkan kota kota lainnya adalah kota yang kedua dan ketiga sebagai kota serta sebaiknya ada kota kota yang tidak dikembangkan menjadi kota metropolis tetapi tetap menjadi kota penyangga dan kota yang sustainable. Saat ini diindonesia terkesan semua kota harus menjadi metropolish dan semua tempat bisa dijadikan daerah yang berkembang menjadi kota. Hal ini kedepan perlu dikendalikan karena semua daerah habis dan ujungnya tidak terkendali dan tidak ada kecukupan tanah untuk kebutuhan recovery alam itu sendiri, pangan dan kesehatan buat lingkungan.
Dalam konteks itu saat ini Pemerintahh telah memutuskan beberapa daerah sebagai pusat Perkembangan yang dipercepat dan terintegrasi semoga saja hal ini terwujud. Hanya sacara sederhana maka bisa jadi beberapa kota sangat besar diatas saja seperti jakarta dst yang boleh menjadi kota model Singapura, sisa kota lainnya sebaiknya membatasi perkembangannya. Tidak semua Pulau boleh seperti diPulau jawa dan dimasa depan Pulau jawa harus dikendalikan dan sebagian besar perlu dihutankan kembali dan dijadikan daerah yang menjadikan pulau jawa menjadi pulau yang sehat. Pulau jawa adalah pulau yang hampir seluruh daerahnya sudah diisi oleh penduduk. Dimana mana airnya disedot dan dimana mana dirusak. Contoh paling sederhana air kalinya jika tidak musim hujan maka sudah kering dan susut. Ini yang paling sederhana. Pulau sumatera sudah mirip Pulau jawa hanya beruntung jumlah penduduknya tdak sepadat Pulau jawa dan diposisikan Belanda dulu sebagai Pulau Perkebunan. Pulau Kalimantan dan Sulawesi sedang mengejar diri menjadi seperti pulau jawa tetapi bukan diisi penduduk tetapi ditambang wilayahnya. Sedangkan Papua Pulau yang relatif sebagai Pulau perlu dibangun dengan master Plan yang tidak seperti pulau Kalimantan dan Jawa. Selebihnya adalah daerah Indonesia yang mengandalkan kepulauan. Apakah bangka belitung, kepulauan riau, maluku , Bali, Maluku utara dan nTB juga NTT. Sehingga jika dilihat potensinya sebagai pusat kemaritiman dan pangan kelautan serta pariwisata potensinya dalam 20 tahun kesepan akan tumbuh luar biasa.
Indonesia luar biasa potensi dan kesempatannya dan sungguh sangat bisa dikembangkan dimasa kini dan kedepan. Dengan beberapa kota besar bisa menjadi Singapura serta beberapa Propinsi bisa menjadi Malaysia maka perkembangan Indonesia semoga semakin terarah. Lihat Australia hanya tetap punya Kota sangat besar hanya Sidney, Melbourne, Adelaide, Brisbane, Perth dan Darwin. Serta Kota pusat Pemerintahan Canbera. Selebihnya adalah kota kota pendukung dan menjadi pusat pusat kota yang khas dan khusus apakah Perkebunan, Perikanan, Pertenakan, Pertanian, Pertambangan, pusat pengolahan pangan, Pusat pusat Industrinya diberbagai bidang. dll.
Dalam konteks ini maka Indoenesia sudah sangat perlu mewujudkan MasterPlan negerinya. Sudah pasti tidak mungkin semua daerahnya dijadikan Singapura dan terlalu mahal dan butuh waktu sangat lama jika ingin menjadikan indonesia seperti beberapa negara di Eropa yang terintegrasi dan sejahtera. Dan dalam konteks sejarah sebelum menjadi bangsa indonesia dimasa lalu sudah terbukti bahwa wilayah ini sungguh luar biasa kemampuan dan potensinya menjadi Lumbung pangan dan perkebunan. Saat ini sungguh tepat jika dikembangkan kembali ditambah dengan peternakan, perikanan dan berbagai Industri menengah dan pengolahan.
Oleh karenanya tidak ada pilihan segera mempersiapkan infrastuktur mulai dari jalan raya , kereta api sampai Pelabuhan pelabuhan yang besar dan memadai. Negara ini sudah saatnya semakin cepat mewujudkan kesempatan indonesia menjadi negara yang bertumbuh sangat cepat dan mendapatkan kesejahteraannya.
Disisi lainnya sudah menjadi sebuah pelajaran yang nyata bahwa pertarungan politik yang membuat negara tidak stabil dan konflik yang menimbulkan kerusuhan sungguh pasti akan membuat negara menjadi rusak dan hancur. Kamboja dan Burma adalah contoh nyata negara yang puluhan tahun tidak berkembang maksimal. Lybia adalah contoh negara yang nyata hancur karena gagal dalam proses peralihan kepemimpinan. Dan pengalaman lainnya adalah seperti china yang awalnya tidak pernah berhasil mewujudkan stabilitas lama dan makmur dalam waktu lama tetapi begitu bersepakat terbukti saat ini China bisa mencapai kemakmurannya. Walau bagi china ini masih sangat prematur karena USA Pun hanya menikmati kedigdayaan sejak berakhir Perang dunia kedua sampai saat ini dan sekarang USA kesulitan begitu juga Eropa sedangkan Uni soviet hanya menikmati kedigdayaan hanya 40 tahunan saja sejak Perang dunia kedua sampai tahun 90an awal.
Dengan pengalaman berbagai negara dan tujuan terciptanya cita cita kemerdekaan maka tidak ada pilihan masyarakat indonesia harus sepakat menjauhi hal hal yang membuat negeri ini berantakan kumuh dan miskin.
IV.Menuju Indonesia 2050.
Indonesia 2050 adalah seratus + 5 tahun merdeka. Jika walaupun saat ini masih banyak konflik dan ketidaksadaran akan tujuan bersama karena semuanya merasa yang paling penting perjuangkan kelompoknya bukan mewujudkan tujuan bersamanya, soalnya tujuan bersama tidak jelas dan tidak terasa.
Pengalaman masa lalu kerajaan yang Majapahit dan Sriwijaya paling lama 400 tahunan dengan pengalaman ini maka bisa dikatakan 100+5 tahun ini adalah waktu yang lama berkonsolidasi dan diharapkan indonesia bisa bersatu ribuan tahun kedepan?…
Tembus waktu ribuan tahun kedepan ini jangan dianggap tidak mungkin karena china sudah ada sejak 2500 tahun sebelum masehi dan sekarang ditahun 2000an sedang berdaya dan berjaya artinya mampu menembus 4000 tahun. Sedangkan bangsa Yahudi keluar dari mesir bersama nabi musa tahun 1250 sebelum masehi dan sejak tahun 63 Smasehi jatuh ketangan Rumawi serta baru merdeka sebagai israel 14 mei tahun 1948.
Sedangkan Arab yang pernah menjadi daerah kekalifahan yang sangat luas yang dimulai pada abad ke 7 kemudian sempat hilang seiring dengan berdirinya bangsa Israel arab saudi juga berdiri tetapi sekelilingnya saat ini telah menjadi berbagai bangsa arab lainnya tidak dalam sebuah kesatuan arabs. Sedangkan Romawi tidak berbekas begitu juga Persia. Karenanya kedua bangsa Israel dan china bisa dijadikan contoh bahwa jika kecil seperti Israel solid bisa kuat begitu juga jika besar dan berhasil mempertahankan teritorinya seperti China juga bisa bertahan tetapi jika seperti Arabs, romawi dan Persia retusan tahun kemudian jika tidak bersatu lagi maka hanya tinggal kepingannya saja.
Dalam konteks ini maka Pemerintah yang pro growth, pro poor, pro job dan pro environment dapat dirasakan hasilnya oleh rakyat dengan meningkatnya kesejahteraan rakyat dan menurunnya angka kemiskinan wajib diteruskan programnya. Dengan mempertimbangkan terwujudnya Indonesia menjadi negara adikuasa yang mampu mewujudkan cita cita kemerdekaannya.
Dengan perkembangan Indonesia hari ini maka tidak ada pilihan lain bahwa bangsa Indonesia harus menanamkan cita cita kemerdekaan dan Indonesia ini menjadi cita cita bersama. Tanpa menjadi cita cita bersama maka cita cita luhur dan luarbiasa ini tidak akan akan bekerja menjadi sebuah gerakan yang diwujudkan bersama sama. Dalam konteks inilah maka perlu dipahami bahwa semua berbagai tindakan yang tidak sesuai seperti korupsi, perebutan lahan, partai politik yang belum dewasa, dan berbagai kejahatan yang masive boleh jadi akibat karena tidak paham, tidak merasa dan akan lebih baik kehidupannya jika cita cita bersama bangsa dan negara indonesia ini terwujud.
Dalam sejarah kebangsaan. Tahun 1908 berdirinya Boedi oetomo dan 1928 sumpah pemuda adalah perkuatan cita cita bangsa ditanamkan dan disosialisasikan menjadi kemerdekaan Indonesia yang diwujudkan dalam Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. kemudian Pancasila, UUD45, NKRI, Bendera Merah Putih, Indonesia raya, Bhineka Tunggal ika, Sumpah Pemuda tidak ada pilihan dicontohkan bagaimana diperlakukan dan menjadi keyakinan, perilaku dan kebiasaan serta budaya bangsa Indonesia. Jika ini berjalan maka Indonesia 2050 akan menjadi negara adidaya dan terwujudnya cita cita kemerdekaan indonesia insya alloh akan tercapai.
V.Keteladan dan organiasasi dan elemen yang Mewujudkannya.
Kita seringkali merumuskan sesuatu dan menetapkannya sebagai sesuatu yang harus diwujudkan dan sialnya jika dalam perusahaan atau organisasi maka untuk mewujudkannya sudah tidak aneh semua itu digerakan dengan memaksimalkan seluruh sumberdaya perusahaan dan organisasi tersebut, dalam sebuah negara tentu ada pemerintahan dan elemen msyarakat serta berbagai organisasi tetapi bagaimana mewujudkannya?…
Sepertinya sederhana mewujudkan cita cita sebuah bangsa dengan berbagai hal yang sudah ada tetapi pada kenyataannya berbeda dengan diorganisasi dan perusahaan. Berbagai bangsa masih saja gagal mewujudkan cita cita kebangsaannya dan berbagai kekaisaran seperti mesopotania, Romawi, persia, yunani kuno dll pada akhirnya hancur juga setelah melewati masa tertentu peradabannya.
Yang menarik dari sejarah tersebut adalah ketika mereka memulai peradabannya semangat sungguh sungguh dan berjuang serta bekerja sekuat tenaga sambil jalan membersihkan proses dari para penyusup dan penikmat dan setiap proses dinikmati dan disyukuri sehingga akhirnya sampai kepada tujuan dari perjuangannya. Setelah proses itu maka akan muncul egoisme dan keserakahan lalu konflik serta perlawanan sehingga jika kekuatannya tidak tunggal lagi dengan tujuan mulianya atau tujuan mulianya tidak bisa disempurnakan juga maka bangsa itu hancur perlahan.
Dengan pengalaman ini maka tidak ada pilihan jika Indonesia harus menjadi negara maju maka para senior ( mulai generasi pak Try sutrisno dan sahabatnya AM hendro priyono, sutiyoso, wiranto, agum gumelar , syamsir siregar, syaiful sulun, soemarsono, suhardiman,dan para jenderal lainnya sampai luhut panjaitan, Prabowo s, sampai SBY juga para yuniornya serta masih banyak nama lagi mau tidak mau harus memberikan keteladanan.) .ini baru satu kelompok belum lagi kelompok sipil yang ada Prof Dr subroto, hariady dharmawan, sri edy swasono, hariono , amien rais, kelompok reformis, dll juga harus memberikan keteladanan.
Disisi lain Sby, megawati, JK, Habibie, Amien rais, dan kelompok terdekatnya juga harus memberikan keteladanan dan partai politiknya tidak ada pilihan menjadi penggerak proses mewujudkan cita cita bangsa indonesia. Ini baru tingkat nasional , diindonesia perlu diindetifikasi bahwa para tokoh itu juga pasti ada tokoh daerah , apakah propinsi atau kabupaten kota sampai ke perumahan juga kampung. Begitu juga organisasinya.ada yang ditingkat pusat dan didaerah.
Disisi Indonesia harus mampu mensosialisasikan cita cita nasionalnya dan menggerakannya disisi lainnya situasi membuktikan bahwa berbagai institusi saat ini sedang ambruk akibat manipulasi apakah itu di libor pada sektor keuangan atau menjual obligasi bodong dll
Dalam posisi ini memang selalu kuat pertarungan antara niat baik yang dilakukan dengan susah payah dan kesannya belum tentu berhasil dibandingkan dengan keserakahan dan perampokan yang sistemik juga walaupun dianggap jahat dan kriminal tetapi terbukti memberikan kenikmatan dan kejayaan.
Dalam posisi ini keteladan para Pemimpin indonesia diatas tadi menjadi sangat strategis dalam menjadi contoh kehidupan dan begitu juga berbagai organisasi terutama partai politik dalam mewujudkan cita cita kebangsaan itu.
Saat ini kalau boleh terus terang yang ada terlihat masyarakat bahwa Pemerintah, pemimpin dan Parpol serta berbagai organisasi hanya berebut kekuasaan dan kekayaan saja tidak kuat dalam mencerminkan usaha mewujudkan cita cita kebangsaannya dan yang paling salah adalah ketika muncul keyakinan bahwa partai politik hanya untuk mewujudkan kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan lupa mewujudkan kebajikan dan cita cita kemerdekaan bangsa indonesia.
Dalam situasi bulan ramadhan ini, semoga kita justru melaksanakan introspeksi diri dan mensyukuri semua yang telah diberikan kepada kita semua dan bangsa Indonesia serta justru puasa dan ibadah ini menjadi semangat yang kuat untuk mewujudkan cita cita kebangsaan indonesia.
Saya yakin salah besar jika ibadah puasa, shalat tarawih dan ibadah lainnya ini hanya dimaksudkanmenghapuskan dosa yang telah dibuat lalu setelah bulan Ramadhan ini llewat maka akan membuat dosanya lagi lebih besar. Lalu dosa dosa itu akan dikurangi dan hapus dengan sedekah dan kebajikan juga terakhir jika sudah tidak akan buat dosa besar lagi , maka harus melakukan taubat nasuha.
Saya kira sungguh keliru jika kehidupan ini diatur seperti SIN planning dan diciptakan discountednya. Keyakinan ini bahwa kehidupan itu harus dibangun dengan berbagai kebajikan dan setelah para pendiri dan pengamal kebajikan tidak ada maka peradaban itu akan hancur oleh keserakahan dan konflik yang pasti muncul kemudian hari.
Sementara sudah terbukti juga bahwa dalam kehidupan itu contoh kesengsaraan bagi yang berlaku menjalani kehidupannya dengan melanggar berbagai ketentuan kebajikan. Walaupun begitu kenyataannya hal ini juga tidak mempan menjadikan arah kehidupan menjadi kehidupan kebajikanlah yang menjadikan pilihan mayoritas umat manusia.
Sekali lagi dalam konteks beribadah dibulan ramadhan ini maka sudah sebaiknya ibadah ini tidak boleh lepas dari kehidupan kita sehari hari. Dengan dimulainya bahwa beribadah bukanlah dalam kerangka menghapus dosa dosa pribadi saja dan dengan rajin beribadah menjadi tidak takut berbuat dosa tetapi justru mencegah kehidupan yang penuh dosa maka secara tidak langsung akan mewujudkan cita cita kebangsaan indonesia.
Soal mewujudkan peradaban dengan cara kebajikan dan menciptakan situasi sehimngga rahmat alloh yang maha kuasa itu akan datang merahmatinya dan memberikan barokahnya bukanlah soal yang sederhana dan mudah. Hal ini bisa kita lihat dari proses kemerdekaan bangsa indonesi 17-8-1945 serta berbeda dengan tumbuhnya peradaban sebelumnya yang melalui intrik dan pembunuhan politik.
Cara ini sama dengan pendirian madinah munawarah atau komunitas diberbagai belahan dunia lainnya yang didasari oleh kesamaan niat dan keyakinan mewujudkan nilai nilai luhur dan kebajikan dalam sebuah kehidupan. Dan itulah bangsa Indonesia.
Dalam konteks mewujudkan cita cita kebangsaan indonesia maka tidak ada pilihan lain sampai tahun 2014 nanti maka Presiden SBY dan anggota kabinetnya serta Pemerintahannya harus dan wajib menjadi tauladan dan menggerakan sosialisas perwujudan cita cita kebangsaan indonesia tersebut dan tidak ada pilihannya juga mendorong segenap bangsa bergerak mewujudkan hal itu. Hal ini sangat tidak mungkin dilakukan orang biasa karena orang biasa harus menyusun berbagai hal dulu menjdi diposisi itu baru menggerakan selruh sumber daya negeri ini setelah memberinya contoh. Sekali lagi presiden sebaiknya tidak terjebak kepada soal remeh temeh dan yang mengganggunya tetapi alangkah mulainya jika fokus memimpin negeri ini dalam rangka mewujudkan tujuan nasional indonesia ini.
Semoga mensemangati dan menginspirasi juga bersama sama kita mewujudkannya.
1 ramadhan 1433 dalam rangka menyambut 1 syawal 1433.
Agus Muldya natakusumah (kompasiana)

Mengapa Bung Karno Memilih Tanggal 17 ?

Bukan suatu kebetulan Proklamasi kemerdekaan bangsa ini jatuh tanggal 17 Agustus. Ada alasan khusus Bung Karno memilih tanggal 17 agustus sebagai tanggal diproklamasikannya bangsa Indonesia. Bahkan pemilihan tanggal 17 oleh Bung karno sempat membuat perdebatan sengit dengan para pemuda yang saat itu menculiknya. Misteri dipilihnya tanggal 17 terungkap pada buku otobiografi Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang ditulis oleh Cindy Adams.

Salah satu pemuda yang menananyakan kengototan Bung Karno memilih tanggal 17 adalah Sukarni.Inilah petikan percakapan Bung Karno dan Sukarni terkait pemilihan tanggal 17.

”Mengapa tanggal 17, tidak lebih baik sekarang saja atau tanggal 16?” tanya Sukarni.

“Aku percaya pada mistik. Aku tidak dapat menerangkan yang masuk akal mengapa tanggal 17 memberikan harapan kepadaku. Tetapi aku merasakan di dalam relung hatiku bahwa dua hari lagi adalah saat yang baik. Tujuh belas adalh angka yang suci. Tujuh belas adalah angka keramat. Pertama-tama, kita sedang dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita berpuasa sampai lebaran, benar tidak ?”

“Ya.”

“Ini berarti saat yang paling suci, bukan ? “

“Ya.”

“Hari Jumat ini Jumat Legi. Jumat yang manis, Jumat suci. Dan hari Jumat tanggal 17. Alquran diturunkan tanggal 17. Orang Islam melakukan sembahyang 17 rakaat dalam sehari. Mengapa nabi Muhammad memerintahkan 17 rakaat, bukan 10 atau 20 ? Karena kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia.”

“Ketika aku pertama kali mendengar berita penyerahan Jepang, aku berpikir kita harus segera memproklamirkan kemerdekaan. Kemudian aku menyadari, adalah takdir tuhan bahwa peristiwa ini akan jatuh di hari keramat-Nya. Proklamasi akan berlangsung tanggal 17. Revolusi akan mengikuti setelah itu”

Dari petikan percakapan di atas tampak Bung Karno sebagai orang Jawa masih mempercayai adanya hari baik. Menurut perhitungan beliau tanggal 17 sebagai tanggal keramat. Kemudian dengan ilmu gothak gathuk entuk khas orang Jawa terdapat hubungan angka 17 dengan tanggal turunnya Alquran dan jumlah rakaat shalat. Dan jatuhnya tanggal 17 bertepatan dengan hari Jumat Legi. Jumat adalah hari suci umat Islam sedang Legi menurut hitungan orang jawa adalah hari pasaran yang memberikan keuntungan, karena legi dalam bahasa Indonesia berarti manis. Bagi beliau hal-hal terkait dengan angka 17 bukanlah suatu kebetulan tapi ada unsur Tuhan di dalamnya.

Mendapat penjelasan yang relatif irasional ini para pemuda yang dipimpin Sukarni cukup maklum. Dan Bung Karno menyuruh mereka membubarkan diri. Perdebatan antara Bung Karno dan pemuda yang sebelumnya terjadi sangat sengit berakhir antiklimaks dengan penjelasan Bung Karno.
 
sumber : kompasiana