Home » , » Ngumpet dari Media, Jokowi Bertemu Syafii Maarif

Ngumpet dari Media, Jokowi Bertemu Syafii Maarif

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, membenarkan kalau Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertandang ke kantor Maarif Institute. Menurut Syafii, pertemuannya dengan Jokowi pada Kamis, 1 Agustus 2013, kemarin sengaja dirahasiakan dari media massa. "Tapi kenapa bisa tetap kalian ketahui, ya," kata Syafii saat dihubungi tadi pagi.

Menurut Syafii, pertemuan ini sengaja dirahasiakan karena dia tahu Jokowi sedang dikejar-kejar media massa. Syafii menuturkan, pertemuan ini merupakan kelanjutan silaturahmi usai keduanya menjadi pembicara di Kampus Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 26 Juni 2013, silam. (baca juga: Jadi Capres Tak Perlu IPK 4, Jokowi: IPK Saya < 2).

Awalnya, ujar Syafii, dirinya yang berencana mendatangi Gubernur DKI Jakarta itu. Tapi karena Jokowi menganggap dia sudah sepuh, eks Wali Kota Solo itulah yang akhirnya bertandang ke kantor Maarif Institute. "Pertemuan mulai pukul 13.15. Kami ngobrol selama 40 menitan," ujar dia.

Dia membantah jika kedatangan Jokowi untuk membicarakan pencalonan eks Wali Kota Solo itu pada Pemilu 2014. Dia dan Jokowi lebih banyak mendiskusikan persoalan Jakarta, seperti macet dan banjir. Menurut Syafii, Jokowi banyak bercerita mengenai programnya membenahi persoalan ini.

Syafii mengaku sempat menyinggung soal pencalonan Jokowi sebagai presiden pada Pemilu 2014. Seperti jawaban kepada media massa, ujarnya, Jokowi mengatakan tak memikirkan masalah calon presiden. "Beliau bilang, saya pengin fokus urus Jakarta," kata Syafii.

sumber : tempo.co

*) P.S: Jika anda benar-benar mengalami kendala untuk mendapatkan wanita pujaan anda,
saya sarankan anda bergabung di www.pencinta-wanita.com , silahkan mendaftar menjadi anggota dan pelajari materi-materi yang dikirimkan Ronald Frank lewat email atau baca langsung di member area, untuk sementara pendaftaran anggota gratis. Daftar sekarang juga dan dapatkan bonus senilai Rp10.000.000,- (dibaca sepuluh juta).

0 comments:

Post a Comment