Survei abal-abal adalah survei yang sengaja dibuat oleh sejumlah tokoh karena memiliki dana melalui lembaga survei di Jakarta. Mereka seolah-olah menyajikan suara sebagian rakyat terhadap tokoh-tokoh lama sambil menitipkan nama dirinya sebagai salah satu tokoh baru yang juga dipilih oleh rakyat.
"Jelang pemilihan Presiden dan Wapres 2014, sudah mulai tercium gelagat kelompok-kelompok yang proneoliberal, bekerja intensif untuk membangun opini tentang calon Presiden pengganti Susilo Bambang Yudhoyono," ujarnya.
Ia memberi contoh survei terakhir dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), mayoritas nama yang dihasilkan adalah nama nama-nama prorezim neoliberal penyandang dana.
"Ciri khas hasil survei itu, menurut kajian dan analisis para aktivis, selalu ada nama Sri Mulyani Indrawati dan Endriarto Soetarto. Terakhir, malah melejitkan nama Menteri Keuangan Agus Martowardoyo, Menteri Perdagangan Gita Wiryawan, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo," tambahnya.
Hatta menambahkan, seorang aktivis dengan terbahak bisa menebak siapa yang membiayai survei tersebut. Tentu saja, untuk mengecoh, diselipkan juga nama-nama yang sudah dikenal publik, antara lain Mahfud MD dan Jusuf Kalla.
"Sebenarnya, kalau survei itu obyektif, benar dan menjangkau opinion leader dengan segala segmen, tanpa didanai dan adanya kepentingan tertentu, pasti feeling saya mengatakan, mestinya nama-nama seperti Joko Widodo, Abraham Samad, Hasyim Muzadi, Yusril Ihza Mahendra, Jimly Assidiqie, Syafii Maarif, atau mungkin Irman Gusman, Rizal Ramli, dan Din Syamsudin akan masuk," tukasnya.
sumber: republika.co.id
*) P.S: Jika anda benar-benar mengalami kendala untuk mendapatkan wanita pujaan anda,
saya sarankan anda bergabung di
www.pencinta-wanita.com
, silahkan mendaftar menjadi anggota dan pelajari materi-materi yang dikirimkan Ronald Frank lewat email atau baca langsung di member area, untuk sementara pendaftaran anggota gratis. Daftar sekarang juga dan dapatkan bonus senilai Rp10.000.000,- (dibaca sepuluh juta).


0 comments:
Post a Comment