"Semua membayangkan rapatnya pasti tegang, tapi nyatanya tidak sama sekali," kata Roy kepada Tempo di kompleks parlemen, Senayan, Rabu, 13 Februari 2013.
Roy menyatakan, setelah dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pertemuan itu berlangsung gayeng. Tidak seperti pertemuan antar-pemimpin tertinggi partai yang monoton satu arah, pertemuan itu lebih banyak membiarkan adanya diskusi antar-peserta rapat. Menurut Roy, SBY tidak mendominasi pembicaraan. Dia bahkan menuturkan, tidak ada perdebatan antara SBY dan Anas Urbaningrum mengenai kondisi partai. "Semuanya mencair," kata dia.
Pertemuan itu akhirnya mengerucut pada satu kesimpulan: diperlukan langkah strategis untuk menaikkan citra partai yang semakin terpuruk di mata publik. Roy menyatakan, SBY lalu mengedarkan delapan draf solusi penyelamatan Partai Demokrat. Satu butir draf berisi, elemen partai utamanya Fraksi Partai Demokrat di DPR beserta DPD dan DPC Partai Demokrat berada dalam kendali dan bertanggung langsung pada Majelis Tinggi. (Edisi lengkap ada di iPad dan Android. Baca: http://www.tempo.co/tablet/)
Anas, seperti dituturkan Roy, sempat unjuk jari dan mengusulkan perbaikan draf. Anas menyatakan, DPC dan DPD sebaiknya bertanggung jawab secara hierarki dan berjenjang sesuai dengan konstitusi partai. Misalnya, tanggung jawab DPC kepada DPD dan seterusnya. Usul ini lalu dibahas bersama-sama. Setelah disepakati, SBY meminta Ketua Dewan Pengawas Tiopan Berhard Silalahi untuk memperbaiki draf ini. Seorang peserta rapat berceletuk, "Wah, masak solusi orang Jawa diperhalus sama orang Batak?" Lelucon langsung disambut gelak tawa.
sumber : tempo.co
*) P.S: Jika anda benar-benar mengalami kendala untuk mendapatkan wanita pujaan anda,
saya sarankan anda bergabung di
www.pencinta-wanita.com
, silahkan mendaftar menjadi anggota dan pelajari materi-materi yang dikirimkan Ronald Frank lewat email atau baca langsung di member area, untuk sementara pendaftaran anggota gratis. Daftar sekarang juga dan dapatkan bonus senilai Rp10.000.000,- (dibaca sepuluh juta).


0 comments:
Post a Comment